Navigate

Carian

Isnin, 21 November 2016

Kaitan manusia dan Binatang Ternak

(Date written : 21 Nov 2016)

1) Allah dalam firmanNya ada mengumpamakan manusia seperti binatang ternak.

Mengapa dan bagaimana kah maksud manusia yang seperti binatang ternak ini ?

2) Firman Allah :

Al-Furqan : 43

أَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلٰهَهُۥ هَوٰىهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

● Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan HAWA nafsu (diri) nya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara (WAKIL) atasnya?, ●

Al-Furqan : 44

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعٰمِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

● atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu MENDENGAR (YASMA'UN) atau MENG'AQALI (YA'QILUN). Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. ●

Perhatikan ada beberapa kata kunci yang Allah sebutkan iaitu :

- HAWA diri
- Tidak MENDENGAR
- Tidak MENG'AQALI
- Seperti AL-AN'AM (Binatang Ternak).
- Sesat (D°OLLU)

3) Apa beza manusia dengan Binatang Ternak ?

Beza yang paling ketara adalah kita mempunyai FU`AD atau KESEDARAN atau Conciusness sedangkan Binatang Ternak tiada.

Al-Isra' : 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

● Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya PENDENGARAN (SAM'A), PENGLIHATAN (BAS°ARA) dan FU`AD, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ●

Kita mempunyai Qalbu yang di dalam Minda yang membolehkan kita MEMPROSES INFORMASI menjadi ILMU sedangkan Binatang Ternak tidak boleh.

Qalbu lah yang BERFIKIR atau dapat MENG'AQALI iaitu proses MENAMBAT KAITAN suatu informasi kepada informasi yang lain dan menghasilkan kesimpulan. Ianya adalah proses mendapatkan KEFAHAMAN dan KEBENARAN.

Binatang ternak tiada itu semua.
Mereka tak boleh fikir.

4) Maka itulah sebabnya Allah menyamakan manusia yang TAK BOLEH FIKIR itu dengan binatang ternak MALAH lebih teruk lagi.

Mengapa lebih teruk manusia yang tak berfikir dari binatang ternak ?

SEBAB nya manusia sudah di beri 3 alat namun tidak digunakan sedangkan binatang ternak memang selama-lamanya tak boleh fikir sebab tak di beri alatnya :


Al-A'raf : 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُولٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ

● Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai QALBU, tetapi tidak dipergunakannya untuk MEMAHAMI (YAFQAHUN) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MELIHAT (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MENDENGAR (YASMA'UN) (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. ●


5) Bila kita tidak melihat, mendengar dan memahami dengan meng'aqali maka kita tidak akan dapat fakta atau ilmu atau kebenaran.

Bila kita tidak memahami KEBENARAN maka kita pasti SESAT.

Sebab ikut jalan salah. Jalan yang tidak BENAR itu jalan Salah. Maka sesat.

Sekali lagi, kita ini sesat sebab tiada ILMU.

ILMU mana boleh datang tanpa kita MENGKAJI dan BERFIKIR.

Orang yang malas mengkaji dan berfikir inilah yang selalunya MENGIKUT-NGIKUT sahaja kerja dia.

Apa yang di ikut nya ? (orang yang tak berfikir ini)

Samada mengikut HAWA diri sendiri atau mengikut KEBANYAKAN orang lain yang MENGIKUT SANGKAAN.

Al-An'am : 56

قُلْ إِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ ۚ قُل لَّآ أَتَّبِعُ أَهْوَآءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَآ أَنَا۠ مِنَ الْمُهْتَدِينَ

● Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah". Katakanlah: "Aku tidak akan mengikuti HAWA nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk". ●

Al-An'am : 119

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَآئِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

●... Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan HAWA nafsu mereka tanpa pengetahuan (BIGHAIRI 'ILM). Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. ●

Tanpa ILMU, kita akan mengikuti HAWA diri sendiri atau HAWA diri orang lain.

Maka kita SESAT (bukan saya kata).

Al-An'am : 116

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

● Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). ●


6)  DAN inilah (tak mendengar, tak berfikir) penyebab UTAMA manusia masuk ke Neraka :

Al-Anfal : 22

إِنَّ شَرَّ الدَّوَآبِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

● Sesungguhnya binatang (DAWAAB) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti / meng'aqali (YA'QILUN).

Al-Mulk : 10

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحٰبِ السَّعِيرِ

● Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan (NASMA'U) atau memikirkan /meng'aqali (NA'QILU) nescaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". ●



7) Dengarlah.

(Bacalah / Iqra'lah yang dengan membaca juga sebenarnya kita mendengar di dalam Minda).

Fahamilah dengan mengkaji kaitan perkataan-perkataan Allah dalam Al-Quran DAN juga segala bukti atau EVIDENCES (atau juga yang di panggil AYAT-AYAT ALLAH) pada Alam Semesta ini.

Sebelum Allah sendiri MENGUNCI MATI kesemua Alat-alat tersebut :

Al-Baqarah : 7

خَتَمَ اللَّهُ عَلٰى قُلُوبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلٰىٓ أَبْصٰرِهِمْ غِشٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

● Allah telah mengunci-mati QALBU dan PENDENGARAN mereka, dan PENGLIHATAN mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. ●


An-Nahl : 108

أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلٰى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصٰرِهِمْ ۖ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ

● Mereka itulah orang-orang yang QALBU, PENDENGARAN dan PENGLIHATANNYA telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang LALAI. ●

FAHAMILAH definasi siapa sebenarnya Orang-orang yang LALAI berdasarkan Firman Allah sendiri.

Orang yang LALAI adalah orang yang dah tak boleh NAK MEMAHAMI  KEBENARAN (atau ILMU) sebab dah TERKUNCI MATI qalbu, pendengaran dan penglihatan.

====
End.

Moga Allah merahmati para pembaca.

Allah Ar-Rahman.

====

Khamis, 17 November 2016

Apa itu FAHISYAH?

(Date written : 17 Nov 2016)

1) Fahisyah atau Perbuatan Keji atau Tidak Bermoral selalu di sebut di dalam Al-Quran.

Variasi perkataannya adalah FAHSYA`, FAWAHISYA, FAHISYAH atau FAHISYATAN sebagai kata nama dan sebanyak 24 kali perkataan yang berdasarkan huruf dasar FA HA SHIN ini di sebut dalam Al-Quran.


Al-An'am : 151

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓا أَوْلٰدَكُم مِّنْ إِمْلٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

● Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu iaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati (LA TAQRABU) perbuatan-perbuatan yang KEJI (FAWAHISYA), baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). ●

LA TAQRABUL FAWAHISYA.

Jangan kamu mendekati perbuatan keji.

Al-A'raf : 33

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ الْفَوٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطٰنًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

● Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang KEJI (FAWAHISYA), baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan DOSA (ITHM), MENINDAS (BAGHYA / 'Oppression') tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui". ●

ALLAH melarang kita melakukan perbuatan KEJI samada secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.


2) Apakah Perbuatan Keji tersebut ?


Al-Isra' : 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

● Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya ZINA itu adalah suatu perbuatan yang KEJI (FAHISYAH). Dan suatu jalan yang buruk. ●


An-Naml : 54

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ

● Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan KEJI (FAHISYAH) itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?" ●

Al-'Ankabut : 28

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِينَ

● Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang KEJI (FAHISYAH) yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu". ●

At-Talaq : 1

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنۢ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ لَا تَدْرِى لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذٰلِكَ أَمْرًا

● Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan KEJI (FAHISYATIN) yang terang. Itulah hudud Allah dan barangsiapa yang melanggar hudud Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru. ●


Yusuf : 24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوٓءَ وَالْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

● Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kejahatan (SUU`) dan perbuatan KEJI (FAHSYAA`). Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang MUKHLAS°IN.●


ZINA dan SODOMI adalah perbuatan keji.


3) Siapa yang menganjurkan Perbuatan Keji ini kepada manusia ?

Al-Baqarah : 169

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوٓءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

● Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat (SUU`) dan KEJI (FAHSYAA`), dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. ●

Al-Baqarah : 268

الشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وٰسِعٌ عَلِيمٌ

● Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat KEJI (FAHSYAA`) ; sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. ●

Ianya dari bisikan dan anjuran Syaitan.


4) Perbuatan KEJI dan Mungkar selalu digandingkan.


An-Nahl : 90

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

● Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (IHSAN), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan KEJI (FAHSYAA`), kemungkaran dan penindasan ('oppression' / BAGHYI). Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

An-Nur : 21

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكٰى مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

● Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang KEJI (FAHSYAA`) dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah kerana kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu SUCI (ZAKAA) (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah MENYUCIKAN (YUZAKKI) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

Al-'Ankabut : 45

اتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَأَقِمِ الصَّلٰوةَ ۖ إِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

● Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) KEJI (FAHSYAA`) dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●


5) Beza Dosa Besar dengan Perbuatan Keji

An-Najm : 32

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبٰٓئِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوٰحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وٰسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰىٓ

● (iaitu) orang-orang yang menjauhi DOSA-DOSA BESAR (KABI`IRA ITHM) dan perbuatan KEJI (FAWAHISYA) kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. ●

Asy-Syura : 37

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبٰٓئِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوٰحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

● Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi DOSA-DOSA BESAR (KABA`IRA ITHM) dan perbuatan-perbuatan KEJI (FAWAHISYA), dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. ●

An-Nisa' : 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرٰىٓ إِثْمًا عَظِيمًا

● Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang MEMPERSEKUTUKAN Allah, maka sungguh ia telah berbuat DOSA YANG SANGAT BESAR (ITHM 'AZ°IIMA). ●

DOSA PALING BESAR adalah Mensyirikkan Allah. Mengiktikadkan ada kuasa lain yang boleh beri Manfaat atau Mudharat selain Allah. Ada tempat lain yang boleh kita minta lindung. Ada tuhan (manusia, jin, nabi) lain yang kita seru tatkala susah. Terdapat banyak benda atau apa2 dan juga sesiapa yang manusia boleh mensyarikatkan atau menyekutukan Allah.

An-Nisa' : 49

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

● Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya SUCI (YUZAKKUN) ?. Sebenarnya Allah mensucikan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun. ●

An-Nisa' : 50

انظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَكَفٰى بِهِۦٓ إِثْمًا مُّبِينًا

● Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan DUSTA terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi DOSA YANG NYATA (ITHM MUBIINA). ●

Ali 'Imran : 77

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمٰنِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولٰٓئِكَ لَا خَلٰقَ لَهُمْ فِى الْءَاخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan HARGA YANG SEDIKIT, mereka itu tidak mendapat bahagian di akhirat, dan Allah TIDAK AKAN BERKATA-KATA dengan mereka dan TIDAK AKAN MELIHAT kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. ●


Ali 'Imran : 78

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُۥنَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan / sepuak yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", PADAHAL IA BUKAN DARI SISI ALLAH. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. ●


Orang yang MERASAKAN DIRI mereka SUCI dan MELAKUKAN PENDUSTAAN terhadap Allah, dan MEMBUAT NIAGA AYAT-AYAT ALLAH dengan harga yang sedikit adalah melakukan DOSA YANG BESAR.


Al-Baqarah : 219

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْءَايٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

● Mereka bertanya kepadamu tentang KHAMAR (YANG MEMABUKKAN / MENGKHAYALKAN / YANG MENUTUP MINDA) dan JUDI. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat DOSA YANG BESAR (ITHMUHUMA AKBAR) dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, ●

Memakan atau Meminum sesuatu yang KHUMUR atau KHAMRI atau KHAMAR dan Perbuatan JUDI adalah juga Dosa Besar berdasarkan ayat Allah di atas.

An-Nisa' : 112

وَمَن يَكْسِبْ خَطِيٓـَٔةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِۦ بَرِيٓـًٔا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

● Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan DOSA YANG NYATA (ITHM MUBIINA). ●

Al-Ahzab : 58

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

● Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan DOSA YANG NYATA (ITHM MUBIINA). ●

Tidak mengaku KESALAHAN DAN DOSA dan MENUDUH PULA orang lain yang MELAKUKANNYA adalah melakukan DOSA BESAR.

Al-Furqan : 68

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

● Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), ●

MEMBUNUH manusia lain tanpa alasan yang benar adalah DOSA YANG BESAR.

Manakala KEJI pula berdasarkan banyak ayat-ayat Allah di atas adalah berkenaan hubungan alat KELAMIN iaitu ZINA dan juga SODOMI. Samada di lakukan terang-terangan atau tersembunyi.


Perbuatan KEJI masih boleh di ampunkan :


Ali 'Imran : 135

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلٰى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan KEJI (FAHISYATAN) atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ●

Dengan BERSEGERA memohon Ampun dan tidak meneruskan Perbuatan Keji tersebut.


6) Apa itu Mungkar?

Sebanyak 37 kali huruf dasar NUN KAF RA di sebut dalam Al-Qurab dengan variasi perkataan MUNKAR, MUNKIRAT, NAKIR, NAKIRA, NAKIRU, YUNKIRU, NUKRA dan lain-lain.

Ali 'Imran : 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

● Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang MUNKAR; merekalah orang-orang yang beruntung. ●

Al-Hajj : 72

وَإِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ ءَايٰتُنَا بَيِّنٰتٍ تَعْرِفُ فِى وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ ءَايٰتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

● Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu dapat mengenal (TA'RIFU) pada wajah orang-orang Kafir itu tanda-tanda KEENGKARAN (AL-MUNKAR). Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. ●

Tanda Keengkaran boleh di kenali melalui riak muka atau ekspresi muka atau Wajah.

Ar-Ra'd : 36

وَالَّذِينَ ءَاتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ ۖ وَمِنَ الْأَحْزَابِ مَن يُنكِرُ بَعْضَهُۥ ۚ قُلْ إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَآ أُشْرِكَ بِهِۦٓ ۚ إِلَيْهِ أَدْعُوا وَإِلَيْهِ مَـَٔابِ

● Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan yang bersekutu, ada yang MENGENGKARI (YUNKIRU) sebahagiannya. Katakanlah "Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk mengabdi diri kepada Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali". ●

Berdasarkan ayat Allah di atas, MUNGKAR bermaksud KEENGKARAN.

Az-Zariyat : 25

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلٰمًا ۖ قَالَ سَلٰمٌ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ

● (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang TIDAK DI KENALI (MUNKARUN)". ●

Berdasarkan ayat Allah di atas, MUNKARUN bermaksud orang yang tidak di kenali.

Al-Mujadilah : 2

الَّذِينَ يُظٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهٰتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهٰتُهُمْ إِلَّا الّٰٓـِٔى وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنكَرًا مِّنَ الْقَوْلِ وَزُورًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

● Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu PERKATAAN MUNKAR.dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. ●

Berdasarkan ayat Allah di atas, MUNGKAR adalah MEMPERKATAKAN Sesuatu yang TIDAK BENAR seperti menyamakan Isteri dengan Ibu sendiri. Mungkar juga adalah suatu PERKATAAN.

An-Naml : 41

قَالَ نَكِّرُوا لَهَا عَرْشَهَا نَنظُرْ أَتَهْتَدِىٓ أَمْ تَكُونُ مِنَ الَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ

● Dia berkata: "Ubahlah / Buat Penyamaran (NAKKIRU) baginya singgahsananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)". ●

NAKKIRU bermaksud membuat penyamaran agar orang tidak mengenal.

An-Nahl : 83

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكٰفِرُونَ

● Mereka mengenal (YA'RIFU) nikmat Allah, kemudian mereka MENGENGKARINYA / MENAFIKANNYA (YUNKIRUNAHA) dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. ●

YUNKIRU bermaksud Mengengkari atau Menafikan ('Deny').

Al-Kahf : 74

فَانطَلَقَا حَتّٰىٓ إِذَا لَقِيَا غُلٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا

● Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang suci, bukan kerana dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang MUNKAR (NUKRA)". ●

NUKRA bermaksud suatu perbuatan yang besar kesalahannya, seperti membunuh orang lain yang tidak bersalah.

Al-Kahf : 87

قَالَ أَمَّا مَن ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُۥ ثُمَّ يُرَدُّ إِلٰى رَبِّهِۦ فَيُعَذِّبُهُۥ عَذَابًا نُّكْرًا

● Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang zalim, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang DAHSYAT (NUKRA). ●


Al-Qamar : 6

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلٰى شَىْءٍ نُّكُرٍ

● Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru,  menyeru kepada sesuatu yang DAHSYAT (NUKRI), ●

NUKR bermaksud sesuatu yang Dahsyat.

Berdasarkan banyak ayat-ayat Allah tentang MUNKAR dan variasi perkataannya, MUNGKAR boleh di deduksi kepada :

a) Sesuatu yang tidak di kenali maka kita menafikannya dan mengengkarinya.

b) Suatu perbuatan yang jelas bertentangan dengan keadilan (contohnya membunuh jiwa yang suci) dan kebenaran (contohnya MENZIHAR isteri).

c) Membuat Penyamaran untuk mengelirukan sedangkan tahu ianya tidak sebegitu. Ia juga menyembunyikan kebenaran.

d) Menafikan atau enggan menerima kebenaran. Dan ianya kelihatan pada Wajah atau Ekspresi Muka.


====
End.

Allah Al-Qahhar.
====




Rabu, 16 November 2016

Apa itu Zakat ?

(Date written : 16 Nov 2016)

1) Zakat dari kata dasar ZAI KAF WAW di sebut sebanyak 59 kali di dalam Al-Quran.

Variasi perkataannya termasuk ZAKAA, ZAKKAA, TAZAKKA, YUZAKKI, YUZAKKU adalah kata kerja, dan AZKAA, ZAKAT dan ZAKIYAT adalah kata nama atau ISM.

2) Semua kata kerja ZAKAA, ZAKKAA atau TAZAKKA atau YUZAKKI adalah bermaksud perbuatan yang MENYUCIKAN atau MENSUCIKAN.

Al-Baqarah : 129

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ ءَايٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

● Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta MENSUCIKAN (YUZAKKI) mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.●

Al-Baqarah : 174

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولٰٓئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak MENSUCIKAN (YUZAKKI) mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. ●

An-Nisa' : 49

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

● Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya (ANFUSAHUM) SUCI (YUZAKKU)?. Sebenarnya Allah MENYUCIKAN (YUZAKKI) siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun. ●

Bagaimana yang di katakan Rasul itu MENYUCIKAN kita, setelah menyampaikan dan mengajarkan Kitab Wahyu dan Hikmah ?

Dengan mengembalikan kita kepada PENGABDIAN DIRI kepada Allah, Tuhan Yang Esa tanpa menyekutukannya.

Ali 'Imran : 51

إِنَّ اللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هٰذَا صِرٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

● Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, kerana itu abdilah diri kepada Dia. Inilah jalan yang lurus". ●

At-Taubah : 28

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

● Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang MUSYRIK itu NAJIS (NAJASU), maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●


3) Kaitan SEDEQAH dan ZAKAT :


At-Taubah : 103

خُذْ مِنْ أَمْوٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

● Ambillah dari sebahagian harta (AMWAL) mereka, SEDEQAH (S°ADAQATAN), (yang dengan sedeqah itu) kamu membersihkan dan MENSUCIKAN mereka (TUZAKKIHIM) mereka dengannya dan mendoalah (S°OLLA) untuk mereka. Sesungguhnya S°OLAA kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

Sesungguhnya dengan Bersedeqah itulah kita dapat membersihkan dan menyucikan diri kita. Sedeqah adalah satu cara kita melakukan ZAKAT atau PENYUCIAN.

At-Taubah : 60

إِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسٰكِينِ وَالْعٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

● Sesungguhnya SEDEQAH (S°ADAQAATAN) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengamal/pengurus kepada mereka ('AMILIINA 'ALAIHA), para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu KEFARDHUAN /KEWAJIPAN (FARID°ATAN( dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●

Makanya Sadaqah itulah yang sebenarnya Perintah Kewajipan atau FARDHU, dan dengan bersedeqahlah kita membuat zakat / penyucian terhadap diri kita.


4) Makanya, Zakat sebagai kata nama adalah PENYUCIAN :

Al-Baqarah : 43

وَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَءَاتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرّٰكِعِينَ

● Dan dirikanlah Solat, tunaikanlah / berikanlah ZAKAAT ('PENYUCIAN') dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. ●

Al-Mu'minun : 4

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فٰعِلُونَ

● dan orang-orang yang menunaikan / mengamalkan / melakukan (FA'ILUN) ZAKAAT ('PENYUCIAN'), ●

Al-Bayyinah : 5

وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

● Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan MENGIKHLASKAN (MUKHLISIN) kepada-Nya dalam DEEN yang lurus (HANIF), dan supaya mereka mendirikan solat dan menunaikan / memberikan ZAKAAT ('PENYUCIAN'); dan yang demikian itulah DEEN yang lurus. ●


Dan jalan menuju Penyucian atau ZAKAT itu adalah melalui BERSEDEQAH dan juga menjadi MUKHLISIN (Ikhlas lawannya Syirik).


5) Kata nama ZAKIYYATAN bermaksud SUCI.

Al-Kahf : 74

فَانطَلَقَا حَتّٰىٓ إِذَا لَقِيَا غُلٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا

● Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka dia (Khidhr) membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh JIWA / DIRI (NAFSAN) yang SUCI (ZAKIYYATAN) , bukan kerana dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar". ●


6) DEDUKSI :

a) Rasul menyucikan (YUZAKKI) kita dengan menyampaikan dan mengajarkan Kitab Wahyu dan Hikmah yang terdapat di dalamnya. Penyucian itu berlaku kerana kita LEPAS dari NAJIS MUSYRIK dengan MENGABDI DIRI kepada Tuhan Yang Satu atau Allah, dan kita tidak Musyrik atau Mensyarikatkan Allah. Musyrik itulah sebenarnya Najis dalam Diri kita.

b) Bersedeqah adalah perintah kewajipan, yang dengan melakukannya kita BERZAKAT atau melakukan PENYUCIAN DIRI.

c) Maka Zakat, deduksinya mempunyai 2 Pengertian Utama iaitu pertama, SUCI dari Najis Syirik dan kedua, adalah SUCI dari hak-hak orang lain yang ada pada harta kita dengan melakukan SEDEQAH.



====
End.

Subhanallah.
====


Rabu, 9 November 2016

Yang Allah paling marah

(Date written : 09 Nov 2016)

1) Ada tak sesuatu perkara yang berlaku kepada kita kerana perbuatan seseorang sehingga kita merasakan orang ni kita tak kan mahu bercakap dengan dia dah, tak mahu tengok muka dia dah dan tak mahu ada kena-mengena apa-apa dengan dia langsung ?

Ada.

Memang ada orang sebegini yang sesetengah orang akan jumpa di dunia ini.

Bila perkara ini berlaku ianya di sebabkan orang ini telah melakukan kesalahan atau kejahatan yang amat besar yang memang tak boleh di ampun dan di maaf langsung pada perspektif kita.

Banyak2 kesalahan atau kejahatan orang - apa jenis yang kita tak boleh maafkan ?

SI PENIPU.

Kita tak cakap, dia kata kita cakap.

Dan beriya-iya kata kita cakap sedangkan kita langsung tak cakap apa pun. Dan mempengaruhi orang lain untuk mempercayainya.

Memang jenis manusia macam ni Tiada Maaf bagimu.

Namun Allah memang selalu suruh kita mengampunkan dan memaafkan kesalahan orang lain sebab kita sendiri juga ada yang melakukan kesilapan dan kesalahan.


2) Bagaimana pula KEJAHATAN yang di lakukan oleh manusia kepada Allah ?

Apakah ada kesalahan manusia yang menyebabkan ALLAH tidak mahu berkata-kata dengan mereka dan tak mahu Pandang mereka langsung dan terus di azab dengan hina ?

Ada.


Ali 'Imran : 77

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمٰنِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولٰٓئِكَ لَا خَلٰقَ لَهُمْ فِى الْءَاخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

● Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian di akhirat, dan Allah TIDAK AKAN BERKATA-KATA dengan mereka dan TIDAK AKAN MELIHAT kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. ●


Ali 'Imran : 78

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُۥنَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan / sepuak yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", PADAHAL IA BUKAN DARI SISI ALLAH. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. ●


Berdasarkan ayat-ayat Allah diatas, apakah kejahatan tersebut yang Allah langsung tak mahu ampunkan ?

Ianya adalah kesalahan atau kejahatan PEMBOHONGAN dan mengada-adakan DUSTA terhadap Allah.

Sesuatu perkhabaran yang BUKAN dari ALLAH, orang-orang ini beriya-iya mengatakan ianya dari Allah dan berputar-putar atau berbelit-belit lidah mengatakan ianya dari Allah.

4) Apa pengajaran kepada kita ?

Periksalah dengan benar apa yang kita katakan, kita tuliskan dan kita sampaikan kepada orang lain.

Betul ke itu dari Allah ?

Kalau tak betul dari Allah - JANGAN kita Sampaikan kepada orang lain dan jangan kita KATAKAN ianya dari Allah.

Yang MUTLAK BENAR dari Allah tanpa kita ragu-ragu hanyalah Al-Quran (zaman ini), Wahyu Allah yang mulia.

Jangan esok nanti di akhirat ALLAH tak mahu CAKAP dan TAK MAHU TENGOK kita LANGSUNG!

====
End.

Allah Al-'Az°im.
===


Isnin, 7 November 2016

Wing of Humility

Sayap Kehinaan

(Date written : 07 Nov 2016)

Apa itu WING of HUMILITY?

Sayap Kehinaan.

Ianya adalah bukan kata-kata penyedap jiwa dari mana-mana Manusia atau Pendeta atau Penyair.

Sesungguhnya ianya dari Allah Tabaraka Wa Ta'ala. Zul Quwwatil Matin. Zul Jalaliwal ikram. Allah Al-'Alimul Ghaibi wa Syahadah.

MAKA kita kena buat.

Al-Isra' : 23

وَقَضٰى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

● Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan mengabdi kepada selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "UFF" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ●

Al-Isra' : 24

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

● Dan rendahkanlah SAYAP KEHINAAN / 'WING of HUMILITY' (JANA'A-ZZULLI) mu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah membesarkan / mendidik ('brought up') ku sedari kecil". ●

Ya Allah, jika hanya kata-kata Mu sahaja yang MENJADI PANDUAN hidup ini, alangkah LURUS perjalanan hidup ku.

Ampun Ya Allah.

Maafkan dan Ampunkan saya wahai Ibu dan Bapa ku.

===
End.

Allah Ar-Rahman.
Allah Al-Muzil.
===

Jumaat, 4 November 2016

Batas Kerjasama dengan Non-Muslim

(Tarikh di tulis : 04 Nov 2016)
(Tarikh di kemaskini : 05 Nov 2016)


1) Bolehkah orang Muslim bekerjasama dengan Non-Muslim ?

Persoalan 'kerjasama' di sini terlalu besar. Kena di spesifik kan lagi.

2) Bolehkah Muslim bekerjasama dengan Non-Muslim dalam hal perniagaan ?

Dalam hal bekerjasama dalam perniagaan, tanyakan kepada diri kita sendiri - dengan siapa yang kita mahu jadikan Rakan Kongsi dalam perniagaan?

Jawapannya adalah tentulah dengan orang yang kita percayai, dan sebab keduanya adalah orang yang boleh menambah nilai atau menambah peranan yang boleh menguntungkan perniagaan yang kita tidak dapat buat sorang-sorang.

Dan dalam apa-apa hal pun, perniagaan yang hendak kita jalankan mestilah mengikut Syariat Allah iaitu tidak melakukan Riba, tidak menipu dan tidak merasuah orang.

Jika benar tiada orang Muslim yang kita percayai, maka bekerjasama dengan Non-Muslim yang kita percayai itu di benarkan. Namun, prioritinya carilah Rakan Niaga yang sesama Deen, sesama beriman.

Secara keseluruhan atau secara general, hayatilah firman Allah ini :

Al-An'am : 106

اتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

● Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. ●

Al-Hijr : 94

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

● Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. ●


3) Bolehkah Muslim bekerjasama dengan Non-Muslim dalam hal Pemerintahan Negara?

Ini persoalan besar sebagai contohnya di Malaysia, kerjasama Parti Politik antara UMNO dengan MCA, MIC dan PAS dengan DAP.

Tujuan kerjasama atau membentuk kollaborasi dalam Parti Politik adalah pertamanya untuk menang dalam Pengundian dalam Sistem Pilihanraya Demokrasi Perwakilan dan keduanya bersama-sama menjadi Pemerintah.

Di sinilah timbul pelbagai PENDAPAT dari yang bergelar 'ULAMA' seantero dunia.

InsyaAllah, dalam artikel ini saya cuba hanya mendeduksi KEBENARAN dari Al-Quran dan tidak berpihak kepada mana-mana Parti Politik mahupun berpihak kepada mana-mana Pendapat dari yang kita gelar 'Ulama'.

Mengapa? Kerana adanya 'Ulama' yang menyokong sesuatu Parti Politik akan berpendapat lain dari 'Ulama' dari Parti Politik yang lain.

Kita mahu duduk dalam Kebenaran dan bukan mahu duduk dalam mana-mana Pendapat.

Antara yang menjadi permasalahan utama adalah tentang DEFINASI KAFIR HARBI. Rata-rata hampir kesemua Muslim tahu yang bekerjasama dengan Kafir Harbi atau Kafir yang Memerangi Orang Muslim itu adalah Haram dan satu perbuatan Khianat.

Masalah utamanya siapakah Kafir Harbi di Malaysia ini atau apakah ciri-cirinya ?

Sebelum kita pergi merujuk kepada Firman Allah yang memberi bimbingan kepada Jalan Yang Lurus, persoalan yang lebih utama adalah Mengapa perlu bekerjasama dengan Orang Kafir atau Orang Musyrik yang tidak Memerangi kita (bukan Kafir Harbi) sedangkan kita adalah Muslim Mukmin ?

Jawapannya mudah :

Zaman ini atau dari dulu lagi, pegangan hidup kita BERLAINAN dan TIDAK SAMA walau bergelar sesama Muslim Mukmin termasuklah para yang bergelar 'Ulama'. Kita selalu duduk berpihak kepada PENDAPAT dan kita menyalahkan PENDAPAT dari Puak lain. Dan kebanyakan manusia terlalu Taksub dengan Ketua Parti atau Ketua Puaknya tanpa membuat Verifikasi. Percaya sembrono dengan Ketua Partinya walau jelas Pemimpin mereka itu sudah membuat Kezaliman atau sudah LARI dari Jalan Keadilan atau Jalan Yang Benar, tak kira dari Puak yang memakai Kot atau dari Puak yang memakai Serban dan Jubah.

Padahal TUNTUAN utama kepada semua para Muslim Mukmin adalah KESATUAN dan tidak berpecah belah.

Ali 'Imran : 103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا وَكُنتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

● Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai / berpecah belah, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan qalbumu, lalu menjadilah kamu kerana nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. ●

Pahamilah bahawa Tali Allah itu adalah Al-Quran. Al-Quran sahajalah yang boleh mempersatukan Pegangan dan Hati atau Qalbu seluruh Muslim Mukmin.

(Sila baca tentang Tali Allah - http://cahayapalingbaik.blogspot.my/2016/07/tali-allah.html?m=1)

Berdasarkan realiti inilah, iaitu kita yang mengaku Muslim Mukmin berpuak-puaklah yang MENJADIKAN puak Muslim Mukmin yang lain membentuk KERJASAMA atau PERIKATAN atau KOLLABORASI dengan orang Non-Muslim demi mencapai tujuan menjadi Pemerintah dalam Sistem Demokrasi Perwakilan.

Maka menjadilah Puak atau Parti Politik di sebelah Perikatan yang 'belah sana' itu MUSUH atau SETERU dengan Puak Muslim Mukmin yang membentuk Perikatan dengan Non-Muslim dari yang 'belah sini'.

Sehingga ada yang Mengkafirkan orang Muslim Mukmin yang lain. Sehingga ada 2 Imam di dalam Satu Masjid. Sehingga bercerai-berai Suami Isteri kerana masing-masing BERBEZA Ketua Puak.


4) Di sebabkan kita yang mengaku Muslim Mukmin ini bercerai berai atau berpuak-puak lah PUNCA mengapa menjadikan ianya satu JUSTIFIKASI bagi mereka untuk membentuk Kollaborasi dengan Non-Muslim demi mendapat sokongan.

Fahamilah bahawa ASAS atau PENYEBAB mengapa perlu Kollaborasi ini sahaja sudah SALAH.

Kita Muslim Mukmin di larang Berpuak-puak.

Firman Allah :

Al-Anfal : 46

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنٰزَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوٓا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصّٰبِرِينَ

● Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu BERBANTAH-BANTAHAN, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ●

Al-An'am : 159

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ ۚ إِنَّمَآ أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah (FARRAQU) DEEN-Nya dan mereka menjadi BERPUAK-PUAK (SYIYA'AA), tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. ●


Dan jika kita berpuak-puak, kita bukan Muslim Mukmin MELAINKAN kitalah Orang Musyrik tersebut :

Ar-Rum : 31

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

● dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah solat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah (MUSYRIKIN), ●

Ar-Rum : 32

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

● IAITU orang-orang yang memecah-belah (FARRAQU) DEEN  mereka dan mereka menjadi beberapa puak (SYIYA'AA). Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. ●

Tadabburlah dan fahamilah Firman Allah di atas dengan sebenarnya.

Kita Muslim Mukmim di larang berpuak-puak KERANA Puak Muslim Mukmin hanya satu SAHAJA. Kita hanya berbeza dari Tahap Ketaqwaan dan Keimanan. Ada yang durhaka, ada yang jadi Zalim dan ada juga yang Solihin dan Sobirin dan ada yang Benar-benar menjadi Hamba Allah.


6) Fahamilah ada berbeza-beza tahap atau tingkatan manusia sebagaimana yang Allah sendiri membezakan. Pengetahuan tentang ini adalah SANGAT PENTING untuk mengenal SIAPAKAH Muslim Mukmin yang sebenar.


ZALIM adalah MENGETAHUI perbuatan itu SALAH dan TAK BOLEH di lakukan, NAMUN tetap juga kita buat, itulah KEDURHAKAAN :

Al-Baqarah : 145

وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ بِكُلِّ ءَايَةٍ مَّا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَآ أَنتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُم بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِينَ

● ... Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka SETELAH DATANG PENGETAHUAN kepadamu, sesungguhnya kamu -- kalau begitu -- termasuk golongan orang-orang yang ZALIM. ●

Dan Allah tidak MENYUKAI (LA YUHIBBU) orang yang ZALIM :

Ali 'Imran : 57

وَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِينَ

● ..dan Allah TIDAK MENYUKAI (LA YUHIBBU) orang-orang yang ZALIM. ●

Jika kedurhakaan itu BERTERUSAN, maka ianya bernama FASIQ = 'DEFIANTLY DISOBEDIENT'. Masa inilah kita menjadi FASIQIN atau orang FASIQ.

Al-Baqarah : 59

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَنزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

● Lalu orang-orang yang ZALIM mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang ZALIM itu dari langit, kerana mereka berbuat FASIQ. ●

Bila ZALIM dah sampai Tahap FASIQ maka azab Allah boleh datang bila-bila kepada kita maka janganlah TERKEJUT.

Dan Orang Fasiq ini termasuk orang Yang Di SESATkan (YUD°ILLU) ALLAH.

Al-Baqarah : 26

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْىِۦٓ أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ اللَّهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا الْفٰسِقِينَ

● ... Dan tidak ada yang di SESATKAN (YUD°ILLU) Allah kecuali orang-orang yang FASIQ, ●

Bila dah DI SESATKAN, maka tak dapatlah BIMBINGAN (HUDA) dari Allah :

Al-Ma'idah : 108

ذٰلِكَ أَدْنٰىٓ أَن يَأْتُوا بِالشَّهٰدَةِ عَلٰى وَجْهِهَآ أَوْ يَخَافُوٓا أَن تُرَدَّ أَيْمٰنٌۢ بَعْدَ أَيْمٰنِهِمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِينَ

● ...Allah tidak memberi BIMBINGAN (YAHDI) kepada orang-orang yang FASIQ. ●

Dan MAJORITI Manusia adalah FASIQIN :

Al-Ma'idah : 49

وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُونَ

● ...Dan sesungguhnya KEBANYAKAN manusia adalah orang-orang yang FASIQ (FASIQIN). ●

Dan firman Allah yang ini sangat penting untuk di fahami :

Yunus : 33

كَذٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوٓا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

● Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang FASIQ, kerana sesungguhnya mereka tidak BERIMAN (LA YU'MINUN). ●

Orang yang sudah sampai tahap FASIQ, sesungguhnya sudah Tercabut KEIMANANNYA, jika sebelumnya mereka beriman.

Orang Fasiq bukanlah seorang MUKMIN.

Maka mereka bukan termasuk orang Muslim Mukmin.

Silalah check diri sendiri, kaum keluarga kita dan rakan taulan juga rakan di dalam PUAK yang kita PERCAYAI Muslim Mukmin itu.

Kemungkinan mereka tidak BERIMAN maka mereka bukan Muslim Mukmin.


(Sila baca link ini - http://cahayapalingbaik.blogspot.my/2015/12/beza-muslim-musyrik-zalim-fasiq-kafir.html?m=1)

Fahamilah, kekadang orang Zalim pula adalah tersangat TAMAK HALOBA terhadap harta dunia, dan apakah orang-orang seperti ini yang kita mahu jadikan Rakan atau Teman Serjuangan atau Teman Sepuak :

Al-Baqarah : 96

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِۦ مِنَ الْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

● Dan sungguh kamu akan mendapati mereka (orang yang Zalim), manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. ●


7) Boleh kah kita bekerjasama dengan Orang Kafir Harbi dalam menjadi PEMERINTAH?

Ini Pasti TAK BOLEH, HARAM dan kita sendiri akan jadi SESAT kerana bekerjasama dengan orang yang MEMERANGI ISLAM.

Secara dasarnya, bekerjasama dengan orang Kafir apatah lagi nak jadikan mereka Pemimpin atau Pelindung (AULIYA`) adalah DI LARANG :

Ali 'Imran : 28

لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِى شَىْءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقٰىةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi AULIYA` / Pelindung dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali kerana memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). ●

Al-Ma'idah : 57

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

● Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpin / pelindung (AULIYA`) mu, orang-orang yang membuat DEEN mu jadi buah ejekan dan permainan, (iaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir. Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. ●


8) Berikut adalah DEFINASI KAFIR HARBI berdasarkan Firman Allah :

Al-Baqarah : 190

وَقٰتِلُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقٰتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

● Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ●


Al-Mumtahanah : 1

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّى وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَآءَكُم مِّنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ ۙ أَن تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِن كُنتُمْ خَرَجْتُمْ جِهٰدًا فِى سَبِيلِى وَابْتِغَآءَ مَرْضَاتِى ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعْلَمُ بِمَآ أَخْفَيْتُمْ وَمَآ أَعْلَنتُمْ ۚ وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيلِ

● Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia / pelindung (AULIYA`) yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita rahsia), kerana rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka TELAH ENGKAR KEPADA KEBENARAN yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu kerana kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita rahsia) kepada mereka, kerana rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT (D°ALLA) dari jalan yang lurus. ●

At-Taubah : 13

أَلَا تُقٰتِلُونَ قَوْمًا نَّكَثُوٓا أَيْمٰنَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُم بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

● Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merosak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemahuannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. ●

Tadabburlah sendiri berkali-kali Firman Allah di atas dan bacalah Al-Quran dan akan pembaca faham siapa sebenarnya KAFIR yang Memerangi ini. Dalam qalbu mereka sentiasa rasa ada dendam dan tak boleh tengok orang Muslim Mukmin senang dalam mengabdi diri atau patuh kepada Allah dan seboleh-bolehnya mahu mengusir kita dari tempat tinggal kita, daerah kita atau negeri kita.

Sesungguhnya kepada Kafir yang memerangi dan memusuhi kita, mereka WAJIB merasakan KEKERASAN dari kita dan bukan kita pulak yang terhegeh-hegeh berlemah-lembut :

At-Taubah : 123

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قٰتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَاعْلَمُوٓا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

● Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. ●


9) Siapakah pulak yang SANGGUP sebenarnya bekerjasama dengan Kafir Harbi ?


Al-Baqarah : 105

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

● Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. ●

Dan orang Munafiq pula memang SENTIASA BEKERJASAMA dengan Kafir Harbi. Orang Munafiq adalah ZAHIRNYA MUSLIM MUKMIN namun Hatinya atau Qalbunya, Pegangannya adalah Kafir :

Ali 'Imran : 119

هٰٓأَنتُمْ أُولَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُورِ

● Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit hujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu kerana kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi Minda (S°UDUR). ●

Orang Munafiq lah yang sebenarnya SENTIASA BEKERJASAMA dengan orang Kafir Harbi. Munafiq itu lahirnya Muslim namun batinnya TIDAK MUKMIN. Mereka bukan Muslim Mukmin.


10) Persoalan seterusnya - bolehkah kita Muslim Mukmin bekerjasama dengan Orang Fasiq ?

Al-Ma'idah : 79

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

● Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. ●

Al-Ma'idah : 80

تَرٰى كَثِيرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِى الْعَذَابِ هُمْ خٰلِدُونَ

● Kamu melihat kebanyakan (KATHIRA) dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, iaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. ●

Perlu kita fahami, orang KEBANYAKAN yang di sebut Allah dalam ayat di atas adalah orang FASIQ. Merekalah yang memang selalu tolong-menolong atau BEKERJASAMA atau BERKOLLABORASI dengan orang Kafir.

Al-Ma'idah : 49

وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُونَ

● dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan (KATHIRA) manusia adalah orang-orang yang fasiq. ●


Al-Ma'idah : 81

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِىِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَآءَ وَلٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فٰسِقُونَ

● Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi pemimpin / pelindung (AULIYA`) A, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasiq. ●

JELAS, hanya orang Fasiq dan bukan Muslim Mukmin yang mahu menjadikan Non-Muslim itu Pemimpin atau Pelindung mereka.

Maka, apakah kita Muslim Mukmin mahu bersama-sama dengan orang Fasiq yang bekerjasama dengan orang Kafir dan menjadikan Orang Kafir pemimpin atau pelindung mereka kita ? Jika begitu kita pasti SESAT dan akan mendapat SIKSA ALLAH di akhirat.

Sedarlah kita bahawa Orang Fasiq, Orang Munafik dan Orang Kafir itu adalah satu Puak atau Geng sebenarnya.

Allah dalam firmanNya dengan tegas menyatakan bahawa meskipun mereka itu sahabat handai satu Puak mahu pun SAUDARA MARA hatta Kaum Keluarga sekalipun jika mereka itu BERSEKONGKOL atau Bekerjasama dengan orang Kafir yang menentang Allah, mereka bukan Muslim Mukmin :

Al-Mujadilah : 22

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْءَاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ الْإِيمٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولٰٓئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

● Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. ●


11) Ada tak tahap atau Level Orang Kafir yang MEMERANGI Muslim Mukmin ini ?

Memang ada tingkatan atau tahap manusia yang MEMUSUHI atau MEMERANGI orang MUSLIM MUKMIN yang sangat jelas Allah memberitahu kita melalui Firman Nya agar kita dapat jadikan panduan :

Al-Ma'idah : 82

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ قَالُوٓا إِنَّا نَصٰرٰى ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

● Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan kerana di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) kerana sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. ●

Tadabburlah firman Allah di atas dan jelaskanlah dalam diri kita sendiri akan kebenaran firman Allah.


12) Bagaimana sifat Non-Muslim yang kita boleh bekerjasama dengan mereka?

At-Taubah : 4

إِلَّا الَّذِينَ عٰهَدتُّم مِّنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنقُصُوكُمْ شَيْـًٔا وَلَمْ يُظٰهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوٓا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلٰى مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

● kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. ●


Ayat Allah di atas sudah cukup jelas untuk kita fahami tanpa perlu di jelaskan lagi.

At-Taubah : 8

كَيْفَ وَإِن يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُم بِأَفْوٰهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فٰسِقُونَ

● Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq. ●

Ayat Allah di atas pula menjelaskan TANDA atau sifat orang Non-Muslim yang kita tidak boleh bekerjasama.

Seterusnya, memang ada arahan Allah yang bukan sahaja kita BOLEH BEKERJASAMA dengan mereka MALAH MELINDUNGI mereka :

At-Taubah : 6

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ

● Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian hantarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. ●

Apa yang sangat PENTING untuk kita beri perhatian sebenarnya adalah penggunaan perkataan MUSYRIK. Ada Orang Kafir lagi Musyrik. Ada orang Musyrik tapi Tidak Kafir.

Orang Musyrik yang TIDAK TAHU itu mungkin TIDAK KAFIR. Kafir bermaksud MENUTUP dan MENDUSTAKAN KEBENARAN walaupun mereka Sudah Tahu atau pun TAHU namun TIDAK DAPAT TERIMA KEBENARAN. Bila tak dapat TERIMA KEBENARAN inilah maka mereka MENENTANG KEBENARAN dan inilah DEFINASI KAFIR HARBI pada hakikat yang sebenarnya. Kenalilah KAFIR HARBI yang ada pada diri kita sendiri atau rakan Puak yang bersama-sama dengan kita.

Maka Definasi 'Kafir Tidak Harbi' pada istilah sekarang adalah TEPATNYA mengikut istilah Al-Quran adalah Musyrik Yang Tidak Tahu. Merekalah Kafir Tak Harbi tersebut.

Jelas, ada di kalangan Non-Muslim atau Musyrik itu yang benar-benar TIDAK TAHU akan Kebenaran. Dan mereka tiada niat mahu memerangi kita Muslim Mukmin atau bermusuhan dengan kita. Mereka hanya mahukan keamanan dan keadilan. Maka adalah menjadi tanggung-jawab kita Muslim Mukmin menyampaikan Wahyu Allah kepada mereka agar mereka tahu akan apa yang benar dan apa yang bathil.

Jelas juga bahawa orang Non-Muslim yang kita boleh bekerjasama dengan mereka adalah bilamana MEREKA sendiri yang MAHU BEKERJASAMA dengan kita dan MEMINTA PERTOLONGAN kita atau PERLINDUNGAN kita. Ini bermaksud mereka dalam keadaan yang LEMAH atau TIDAK KUAT itu sebab mereka minta perlindungan.

Ia juga bermaksud kita Muslim Mukmin bukanlah orang yang terhegeh-hegeh meminta perlindungan atau PERDAMAIAN dengan mereka. Ini tidak, sebagai contoh di Palestin, sudah jelas Yahudi Israel memerangi dan mengusir orang Palestin yang rata-ratanya Muslim Mukmin, ada puak yang sibuk nak minta damai. Nampak sangat kita ni lemah atau 'under-dog'.

Maka kaitkanlah situasi ini dengan keadaan kita di Malaysia ini.

Adakah kita Muslim Mukmin yang mahu bekerjasama dengan mereka untuk mendapat sokongan mereka demi mencapai tujuan kita yang mahu memerintah negara dan kemudian KONGSI kuasa pemerintahan tersebut ?

Atau mereka yang sebenarnya mahu bekerjasama dengan kita Muslim Mukmim demi mencapai tujuan MEREKA untuk mendapat PERKONGSIAN KUASA PEMERINTAHAN tersebut.

Siapa yang lebih kuat sebenarnya ?

Selalunya yang lemah yang sibuk nak bekerjasama dengan yang kuat dan bukan sebaliknya.

Yang kuat adalah mereka yang Sabar dan BERSATU dan yang LEMAH adalah mereka yang berpuak-puak.

Di Malaysia ini puak Non-Muslim ada berapa puak atau parti manakala orang yang Mengaku Muslim Mukmin pula terbahagi kepada berapa Puak atau Parti ?

Fahamilah siapa yang sebenarnya LEMAH dan SIAPA yang sebenarnya MEMERLUKAN KERJASAMA itu. Bila kita yang LEMAH maka kitalah yang akan TERPAKSA memberi Ruang Kuasa yang Lebih kepada yang lebih kuat.

Al-Mumtahanah : 8

لَّا يَنْهٰىكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقٰتِلُوكُمْ فِى الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

● Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu kerana DEEN (cara hidup) dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. ●

Ayat Allah di atas jelas menunjukkan sekiranya Non-Muslim tiada niat dan tanda atau bukti mereka mahu memerangi, memusuhi dan mengusir kita dari negeri kita, kampung halaman kita dan hanya mengharapkan keharmonian hidup, mereka boleh bekerjasama dengan kita.


13) Berikut adalah deduksi saya terhadap apa yang Allah firmankan dan juga bagaimana pemahaman ini di terjemah kepada realiti bekerjasama dengan Non-Muslim :

a) Orang Muslim Mukmin wajib BERSATU dan ketepikan hasad DENGKI dan berebut nak berkuasa dan memerintah kerana Tamak Haloba kepada harta dunia.

b) Kenalilah beza antara Muslim Mukmin sebenar dengan Orang Zalim, Fasiq dan Munafik. Fahamilah orang Zalim yang Tamak Haloba kepada dunia adalah lebih teruk dari Orang Musyrik. Fahamilah juga bahawa ada Munafik di kalangan yang mengaku Muslim Mukmin. Periksa jugalah sifat-sifat dan ciri-ciri FASIQIN atau orang Fasiq yang di kalangan orang-orang yang mengaku Muslim Mukmin. Orang Muslim Mukmin bukan dari kalangan mereka yang melakukan kemungkaran, kezaliman, ketidakadilan, rasuah dan FASAD yang berlaku.

c) Bila sudah kita mengenali akan bezanya Muslim Mukmin dengan Orang Zalim, Fasiq, Munafiq dan Orang Musyrik dan Orang Kafir maka, kita yang Muslim Mukmin janganlah bersama-sama dengan orang atau rakan taulan atau rakan puak yang sebegitu. Bersatulah bersama sesama Muslim Mukmin sebenar yang bersaudara dan berkasih sayang dan terutamanya menegakkan KEADILAN dan memerangi FASAD yang berlaku di muka bumi Allah ini. KEADILAN akan berlaku hanya bila KEBENARAN yang kita bawa, sampaikan dan tegakkan (QA`IMAN BIL QIST°). Dan kebenaran itu hanya datang dari Allah dan Wahyu Nya melalui Lidah Rasul Nya.

d) Boleh bekerjasama dengan Non-Muslim yang tiada tanda-tanda yang menunjukkan mereka mahu BERKUASA ke atas kita Muslim Mukmin, yang hanya mahukan keadilan dan keamanan dan mereka sedar mereka tidak ada kekuatan, dan merekalah yang mahu bekerjasama atau meminta Perlindungan dari kita.

e) JELAS HARAM dan satu kesesatan jika kita Muslim Mukmin bekerjasama dengan Non-Muslim yang ada tanda-tanda MEMUSUHI atau MEMERANGI kita. Mereka tidak senang dengan kita yang mahu patuh kepada perintah Allah.

Moga Allah memberi KESEDARAN kepada kita semua.

====
End.

Allah Al-Kabir.

Allah Al-Khabir.

====



Khamis, 20 Oktober 2016

Apa itu Jalan yang Curam ?

(Date written : 20 Oct 2016)

Ramai manusia zaman ini mencari-cari mutiara kata manusia dari serata dunia untuk memberi kata-kata semangat kepada diri sendiri atau mencari-cari kata-kata pedoman dari pelbagai 'Maulana' atau 'Murabbi' atau dari 'PU' atau dari para 'Imam' masing-masing atau Ustaz-ustaz yang terkenal seantero negara atau yang sudah 'terbilang'. Bila dapat je Mesej yang di anggap Best dan ala-ala bunyinya macam bagus untuk memberi peringatan, maka dengan cepatnya terus di Copy dan Paste dan Forward kepada orang lain di group yang lain.

Zaman ini, orang tak ke surau atau masjid, NAMUN 'Peringatan' itu SAMPAI melalui Smartphone yang di tangan. Dari suatu SUDUT ianya amat baik. Dari suatu sudut yang lain, ianya TERAMAT buruk.

Ianya amat baik jika Mesej Peringatan itu adalah selari dengan Kalam Allah. Ianya teramat buruk jika Peringatan itu LAIN dari apa Kalam Allah arahkan.

Sesungguhnya budaya copy paste forward ini jika di biarkan TANPA pelakunya melakukan PENGESAHAN atau VERIFICATION, maka kebathilan demi kebathilan atau fitnah yang akan kita sampaikan maka dosa yang di buat dan bukan ganjaran baik yang kita akan terima. Sebabnya adalah bukan benda Benar yang kita sampaikan.


Namun ramai manusia tidak sedar, dalam banyak-banyak kata peringatan, kata-kata peringatan yang TERTINGGI dan TERMULIA adalah bukan datang dari manusia. Kata-kata yang TERTINGGI dan TERMULIA dan PALING MENYENTUH PERASAAN dan FIKIRAN di QALBU kita adalah BUKAN kata-kata manusia.

Ianya adalah kata-kata Allah Zul Quwwatil Mateen. Allah Tabaraka Wa Ta'ala. Allah Al-Ahad. Allah Al-'Aliy. Allah Al-Waliy.

Bagiamana kita tidak tahu ?

Kerana kita sudah di perdaya Syaitan.

Kita yang mengaku Muslim Mukmin sebenarnya sudah lama begitu, suka MENGAMBIL sesuatu yang BUKAN KEBENARAN ORIGINAL namun 'kebenaran' yang sudah di TAMPERED atau sudah di ubah-ubah.



Kita gemar memuliakan yang tidak mulia dan menghinakan yang mulia. Kita selalu terbalik.

Kita selalu SALAH dalam menilai atau memilih atau meletakkan PRIORITI atau KEUTAMAAN. Yang utama tidak di buat, yang sipi-sipi atau serpih-serpih yang kita dok besar-besarkan.

Kenangilah firman Allah yang ini:

Al-Baqarah : 75

أَفَتَطْمَعُونَ أَن يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلٰمَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

● Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya (YU`MINU) kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar KALAM Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya / meng'aqalinya ('AQALUHU), sedang mereka mengetahui?. ●

Al-Ma'idah : 41

يٰٓأَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنكَ الَّذِينَ يُسٰرِعُونَ فِى الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوٓا ءَامَنَّا بِأَفْوٰهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِن قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمّٰعُونَ لِلْكَذِبِ سَمّٰعُونَ لِقَوْمٍ ءَاخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهِۦ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَن يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُۥ فَلَن تَمْلِكَ لَهُۥ مِنَ اللَّهِ شَيْـًٔا ۚ أُولٰٓئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْىٌ ۖ وَلَهُمْ فِى الْءَاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

● Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal qalbu mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan qalbu mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. ●

Kita juga tidak mahu mengambil FAHAM akan sesuatu yang di panggil DEFINASI (ejaan sebenar DEFINISI) atau TAKRIF tentang sesuatu.

-------

Surah 90, Al-Balad atau Kota / Bandar mengandungi hanya 20 ayat.

Di dalamnya Allah memberi DEFINASI atau TAKRIF kepada 'JALAN YANG CURAM' atau dalam Arabnya Al-'AQOBAH.

Jika di Tartil dan di Tadabbur benar-benar kata-kata Allah atau firman Allah ini, maka kita akan dapat KESEDARAN SEJATI tanpa paksaan atau mengada-ngadakan atau CUBA 'Mengindah-indah' kan perkataan.

Kata-kata Allah sudah CUKUP memberi kesan kepada Qalbu, jika hanya kita 'sudah' Beriman kepada Allah, Maulana atau Pelindung kita yang sebenar dan bukan manusia yang bertaraf 'Maulana'. Sebenarnya tiada siapa layak menggelarkan diri atau digelarkan mereka 'Maulana'. Maulana adalah Allah Al-Waliy. Pelindung kita adalah Allah Yang Melindungi. Tiada siapa yang boleh melindungi kita dari mendapat Mudharat kecuali Allah.


Al-Kahf : 27

وَاتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهِۦ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلْتَحَدًا

● Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya. ●

Al-Anfal : 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

● Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah qalbu mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka,  dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ●

Al-An'am : 17

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

● Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. ●

Yunus : 49

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَآءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

● Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah". Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). ●

Al-'Ankabut : 22

وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِى السَّمَآءِ ۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

● Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung (WALIYYIN) dan penolong selain Allah. ●

Al-'Ankabut : 41

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

● Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti labah-labah yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah labah-labah kalau mereka mengetahui. ●

----

Seterusnya mari kita mentartil dan mentadabbur Kalam Allah dalam surah Al-Balad ini.

Al-Balad : 1

لَآ أُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِ

● Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), ●

Al-Balad : 2

وَأَنتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِ

● dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, ●

Al-Balad : 3

وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

● dan demi bapak dan anaknya. ●

Al-Balad : 4

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسٰنَ فِى كَبَدٍ

● Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. ●

Al-Balad : 5

أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

● Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya? ●

Al-Balad : 6

يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًا

● Dan mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak". ●

Al-Balad : 7

أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُۥٓ أَحَدٌ

● Apakah dia mengira bahwa tiada seorangpun yang melihatnya? ●

Al-Balad : 8

أَلَمْ نَجْعَل لَّهُۥ عَيْنَيْنِ

● Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, ●

Al-Balad : 9

وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ

● lidah dan dua buah bibir. ●


Al-Balad : 10

وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِ

● Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, ●

Al-Balad : 11

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

● Tetapi dia tiada menempuh jalan yang CURAM (AL-'AQOBAH). ●

Al-Balad : 12

وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ

● Tahukah kamu apakah jalan yang curam itu? ●

Al-Balad : 13

فَكُّ رَقَبَةٍ

● (iaitu) melepaskan budak dari perbudakan / perhambaan ●

Al-Balad : 14

أَوْ إِطْعٰمٌ فِى يَوْمٍ ذِى مَسْغَبَةٍ

● atau memberi makan pada hari kelaparan, ●

Al-Balad : 15

يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ

● (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, ●

Al-Balad : 16

أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ

● atau kepada orang miskin yang sangat sengsara / "misery". ●

Al-Balad : 17

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

● Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. ●

WA TAWA S°AU BIS-S°OBR
WA TAWA S°AU BIL MARHAMAH.


Al-Balad : 18

أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ

● Mereka adalah golongan kanan. ●

'Mereka' pada ayat di atas adalah dintujukan kepada manusia yang melalui Jalan Curam atau Al-Aqobah itu, iaitu yang selalu memberi INFAQ kepada yang memerlukan mengikut prioriti (kaum keluarga dulu) dan yang beriman dan menggesa berbuat kesabaran dan menggesa berbuat berkasih-sayang.

Al-Balad : 19

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِـَٔايٰتِنَا هُمْ أَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ

● Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. ●

Al-Balad : 20

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌۢ

● Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. ●

====
End.

Telah jelas Kalam Allah.

Allah Al-Hadi (Yang Membimbing).

====