Navigate

Carian

Ahad, 22 Jun 2014

Al-Qur'an itu sudah LENGKAP

Al-Qur'an itu sudah LENGKAP

(Date written : 22 Jun 2014)
(Last update : 30 Oct 2016)

Intro
====

Perlukah Al-Qur'an dengan ayat2 selain Al-Qur'an untuk melengkapkannya ?

Apakah benar Al-Qur'an itu tidak LENGKAP dan memerlukan PERTOLONGAN dari kitab yang lain UNTUK Menjelaskannya ?

Mari kita teliti ayat2 Allah di dalam Al-Qur'an itu sendiri.

=====

Al-Qur'an itu TERPERINCI dan Menjelaskan Setiap Sesuatu

Al-An'am : 114

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِى حَكَمًا وَهُوَ الَّذِىٓ أَنزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتٰبَ مُفَصَّلًا ۚ وَالَّذِينَ ءَاتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُۥ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

● Maka patutkah aku mencari HAKIM (HAKAMA) selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan TERPERINCI (MUFASSOLA)? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. ●

Al-An'am : 115

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

● Telah SEMPURNALAH (TAMMAT) kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang BENAR dan ADIL. TIDAK ADA yang dapat MERUBAH-RUBAH kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ●

Yusuf : 111

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرٰى وَلٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

● Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai Lubb. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat (HADITHAN YUFTARA), akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan MEMPERINCIKAN (TAFSILA) setiap sesuatu (KULLI SYAI'IN), dan sebagai PEMBIMBING dan RAHMAT bagi kaum yang beriman. ●

Al-Isra' : 12

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيلًا

● Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami JELASKAN (FASSOLNAHU) dengan TERPERINCI (TAFSILA). ●

An-Nahl : 89

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلٰى هٰٓؤُلَآءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِينَ

● (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari diri mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk MENERANGKAN (TIBYANA) SEGALA SESUATU (KULLI SYAI'IN) dan bimbingan serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang BERSERAH DIRI (MUSLIMIN). ●

Jelas,  bukan sahaja Allah mengatakan Al-Qur'an itu memang sudah TERPERINCI,  Allah juga mengatakan Al-Quran itu telah SEMPURNA (LENGKAP = TAK BOLEH di TOKOK TAMBAH lagi) sebagai Kalimat atau Perkataan yang BENAR dan ADIL.

======

Tiada yang TERTINGGAL

Al-An'am : 38

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى الْأَرْضِ وَلَا طٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

● .... Tiadalah Kami ALPAKAN  SESUATUPUN dalam AL-KITAB, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. ●

======

Al-Qur'an ada segala macam perumpamaan atau contoh-contoh

Al-Isra' : 89

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِى هٰذَا الْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبٰىٓ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

● Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam PERUMPAMAAN (MATHALIN), tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (KAFURA). ●

Az-Zumar : 27

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هٰذَا الْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

● Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam PERUMPAMAAN (MATHALIN) supaya mereka dapat pelajaran (YATAZAKKARUN). ●

======

Ada Kitab lain ke kita guna sebagai Sumber untuk Memutuskan Sesuatu (Hukum) ?


Al-Qalam : 35

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ

● Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan PENJENAYAH (MUJRIMIN = criminals)? ●

[Bukankah telah banyak sekarang Orang menyamakan Muslim = Terrorist]

Al-Qalam : 36

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

● Atau adakah kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu MEMUTUSKAN HUKUMAN (TAHKUMUN)? ●

Al-Qalam : 37

أَمْ لَكُمْ كِتٰبٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ

● Atau adakah kamu mempunyai sebuah KITAB yang kamu mempelajarinya (TADRUSUN)?, ●

Al-Qalam : 38

إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ

● bahawa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu. ●

======

Adakah Rasul boleh menyampaikan atau menjelaskan selain Al-Qur'an atau Mengubah Ayat2 Allah?

Yunus : 15

وَإِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ ءَايَاتُنَا بَيِّنٰتٍ ۙ قَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا ائْتِ بِقُرْءَانٍ غَيْرِ هٰذَآ أَوْ بَدِّلْهُ ۚ قُلْ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلْقَآئِ نَفْسِىٓ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحٰىٓ إِلَىَّ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

● Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata (BAYYINAT), orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: "Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau UBAHLAH dia (BADDILHU)". Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku MENGUBAHNYA (UBADDALHU) dari pihak diriku sendiri. Aku tidak MENGIKUT (ATTABI'U) kecuali apa yang DIWAHYUKAN kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (akhirat)". ●

Rasul TIDAK SEKALI-KALI boleh mendatangkan ayat2 yang LAIN, MENGUBAH ayat-ayat ALLAH, selain dari APA yang DIWAHYUKAN kepadanya.

====
Hanya Al-Qur'an boleh digunakan sebagai Sumber untuk Menghukum atau Menghakimi atau Memutuskan

An-Nisa' : 105

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ أَرٰىكَ اللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا

● Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan KEBENARAN, supaya kamu MENGHAKIMI (TAHKUM) antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi PEMBELA (KHOSISAN) kepada orang PENIPU (KHO`ININ), ●

=====

Contoh-contoh Perincian Al-Qur'an 

TENTANG kepada siapa perhiasan wanita boleh di pamerkan :

An-Nur : 31

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعِينَ غَيْرِ أُولِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

● Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (ZEENATAHUNNA), kecuali yang (biasa = apparent = ZAHARA) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka melabuhkan (YADRIBNA) TUTUPAN (KHUMURIHINNA) kedadanya (JUYUBIHINNA), dan janganlah menampakkan perhiasannya (ZEENATAHUNNA) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat ('AURAT) wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan (ZEENATAHINNA) yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ●

Ada ke sesiapa Mat Arip atau 'Ulama' yang boleh menokok tambah atau mengurangi kepada SIAPA perhiasan wanita itu boleh ditunjukkan ? Ada kekurangan ke ? Ada ke orang-orang yang tidak di sebut ?

Sesungguhnya orang yang Allah tak sebut itu - MAKA tak boleh la tunjuk, contohnya :

Jika kita suami kepada isteri kita - anak lelaki kepada Abang atau Adik Lelaki kita atau Anak lelaki kepada Kakak atau Adik perempuan kita - isteri kita TIDAK BOLEH menunjukkan atau mempamerkan perhiasan tersebut.

------

TENTANG pembahagian harta pusaka :

An-Nisa' : 11

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِىٓ أَوْلٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنثَيَيْنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتْ وٰحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وٰحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٌ ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٌ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

● Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka DUA PERTIGA dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh SEPARUH harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya SEPERENAM dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat SEPERTIGA; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat SEPERENAM. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) SESUDAH DIPENUHI WASIAT yang ia buat atau (dan) sesudah DIBAYAR HUTANGNYA. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ●


An-Nisa' : 12

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوٰجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ ۚ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۚ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ ۚ فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُم ۚ مِّنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۗ وَإِن كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلٰلَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُۥٓ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وٰحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ ۚ فَإِن كَانُوٓا أَكْثَرَ مِن ذٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَآءُ فِى الثُّلُثِ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصٰى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَآرٍّ ۚ وَصِيَّةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ

● Dan bagimu (suami-suami) SEPERDUA dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat SEPEREMPAT dari harta yang ditinggalkannya SESUDAH DIPENUHI WASIAT yang mereka buat atau (dan) SESUDAH DIBAYAR HUTANGNYA. Para isteri memperoleh SEPEREMPAT harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh SEPERLAPAN dari harta yang kamu tinggalkan SESUDAH DIPENUHI WASIAT yang kamu buat atau (dan) SESUDAH DIBAYAR HUTANG-HUTANGMU. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu SEPERENAM harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka BERSEKUTU (BERKONGSI) dalam yang SEPERTIGA itu, SESUDAH DIPENUHI WASIAT yang dibuat olehnya atau SESUDAH DIBAYAR HUTANGNYA dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. ●

An-Nisa' : 176

يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۚ إِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهُۥ وَلَدٌ وَلَهُۥٓ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمْ يَكُن لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَإِن كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِن كَانُوٓا إِخْوَةً رِّجَالًا وَنِسَآءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَن تَضِلُّوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

● Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu SEPERDUA dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu DUA ORANG, maka bagi keduanya DUA PERTIGA dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka BAHAGIAN seorang saudara LAKI-LAKI sebanyak bahagian DUA ORANG saudara PEREMPUAN. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ●

An-Nisa' : 13

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

● INILAH BATAS KETETAPAN (HUDUD) dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. ●



Siapa BERANI mengatakan Al-Qur'an itu tidak DETAIL atau TERPERINCI dalam menjelaskan Hukum-Hakam atau Syari'at ?

Ayat-ayat Allah tentang pembahagian harta pusaka ini adalah sangat JELAS dan TERPERINCI - janganlah sesiapa pun mengambil mana2 Ijtihad 'Ulama' manapun atau pun membuat undang-undang sendiri dalam pembahagian harta pusaka YANG MENYIMPANG dari apa Al-Qur'an sudah tetapkan.  Tak paham - silalah baca berkali-kali dan TANYA ULAMA yang TAKUT KEPADA ALLAH.  Apa sahaja yang Allah telah tetapkan - dah sudah sangat ADIL.

Yang Allah tak sebut MAKA janganlah kita atau 'Ulama' memandai-mandai MENTAKWILKAN - ooh sebab Allah tak sebut maka kena BUAT FATWA ni - ini SESAT sebab MEMANDAI-MANDAI membuat HUKUM-HAKAM sendiri - siapa mengikut 'Ulama' sebegini maka inilah yang dikatakan MENJADIKAN ULAMA Sebagai TUHAN atau Partner dengan Allah dalam menetapkan Hukum Syari'at atau Syarak.

Sebab itu BANYAK PUAK dalam DEEN atau CARA HIDUP kita ni. Benda mudah dan simple di komplikasikan. Buat Takwil, buat hukum sendiri - terutama bagi manusia yang merasakan Hukum Allah ini tidak ADIL.

Yang Allah tak sebut tu - TAK DAPAT lah. Apa susah sangat ? Tak payah nak Takwil itu ini dan CUBA MENGAMBIL KERJA TUHAN.

Jika kita lihat cara pembahagian harta ini - dapat lah kita FAHAMI bahawa yang perempuan mendapat BAHAGIAN kurang dari LELAKI. Tidak dapat saya nafikan ramai wanita yang kurang imannya mengatakan - ini tak ADIL.

Sebenarnya ALLAH sangat ADIL - sebabnya lelaki dapat LEBIH adalah kerana mereka ada TANGGUNGAN atau MEREKA lah yang di wajibkan MEMBERI NAFKAH dan bukan PEREMPUAN.

Sebagai contoh - kenapa pula harta pusaka itu DAPAT kepada Ibu Bapa kepada si Mati dan juga kepada ADIK-BERADIK arwah suami (kondisi tertentu)- sedangkan ISTERI nya DAPAT sedikit je?

Ini RAMAI orang tidak tahu - dan mula MENGOLAH dan MENGIKUT hukum sendiri atau Mengambil Ijtihad Ulama yang tak takut Allah untuk kepentingan sendiri.

Sebabnya MUDAH - bila si isteri KEMATIAN SUAMI - adalah menjadi TANGGUNG-JAWAB BAPA arwah suami dan juga ADIK BERADIK LELAKI arwah suami tersebut MEMBERI NAFKAH kepada anak-anak mereka. Itu bukan TANGGUNG-JAWAB ISTERI yang kematian suami. RASAKANLAH Keadilan Allah !

Tu sebab mereka mendapat harta pusaka dari si mati - BUKAN untuk buat 'Renovation rumah' atau guna HARTA dan duit tu untuk 'pergi MELANCUNG' ke luar negara. Harta itu dapat sebab ADA TANGGUNG-JAWAB!

Yang terjadi sekarang - BERIYA tuntut HARTA adik-beradik - lepas tu MEMBIARKAN isteri kepada arwah (adik lelaki atau abang mereka) MENCARI NAFKAH untuk menanggung anak-anak mereka.

Sedangkan sebelum ini, ramai para isteri ada yang tidak ada kelulusan dan tidak pernah bekerja atau sudah berhenti kerja untuk menguruskan anak-anak dan hal-hal rumahtangga. Itu sebab punya banyak Persatuan Ibu Tunggal untuk menolong para Isteri yang kematian suami. Dan tidak kurang atau ramai sebenarnya Ibu-ibu tunggal yang terpaksa meminta pertolongan dari Gereja dan sebagainya. Inilah yang terjadi jika TIDAK FAHAM akan asasnya Tanggung-jawab dan asasnya siapa yang kena beri Nafkah kepada para Isteri. Ada ramai para ibu tunggal yang memang dah tak berdaya pun untuk bekerja dan masa tu pulak la si adik-beradik suami mula mengutuk bermacam-macam kepada si Isteri. Apakah begini nasib Isteri kematian Suami dalam Islam ? Hina betulkah si Isteri yang kematian suami ?

Islam tidak begitu. Hukum Allah tidak begitu. Pemahaman manusia tamak haloba di pandu Syaitanlah yang menjadikan manusia Rakus pada wang dan harta-benda atas nama Hukum Faraid dalam Islam.

Sedarlah, berapa banyak ayat-ayat Allah dalam memberi Infaq dan Sedekah kepada golongan yang susah, tapi mengapa bab masalah Ibu tunggal di rata-rata Umat mengaku Islam ini terutama Malaysia menjadi begitu runcing dan amat menyedihkan bila kita mendengarnya. Sedarlah, realiti umat Islam sekarang sudah benar-benar tersasar jauh dari matlamat sebenar akan mengapa Hukum pembahagian harta pusaka di buat sebegitu rupa oleh Allah Yang Adil lagi Yang Bijaksana.

Kita yang memahami kena sampaikan pemahaman ini agar keadilan berlaku dan Infaq atau Nafkah itu sampai kepada kaum keluarga yang memerlukan dulu. Banyak firman Allah dalam hal ini.

Last - pembahagian harta pusaka di sebut HUDUD (BATAS KETETAPAN). Ini pun ramai tidak mengerti apa itu HUDUD.


=====

Kesimpulan

1) Al-Qur'an itu sudah sempurna dan LENGKAP.

2) Tidak boleh ada kitab karangan lain yang cuba menokok tambah untuk menjadikannya lengkap. Benda dah memang lengkap dan sempurna - tak perlu di MODIFY atau UBAH sikit atau TAMBAH sikit sebab 'ada lagi yang tak detail'.

3) Allah telah menerangkan segala sesuatu dengan TERPERINCI (DETAIL) di dalam Al-Qur'an. Siapa pula 'berani' mengatakan TAK TERPERINCI.

4) Kita di suruh untuk Menghakimi atau Mengambil Keputusan atau Mengadili atau Menghukum atau Mengambil Perintah dan Larangan (SYARI'AT) HANYA dari Al-Qur'an dan bukan dari kitab karangan yang Selain dari Allah atau dari APA-APA yang lain atau SESIAPA yang lain dari Allah.

5) Allah sangat ADIL. Yang sudah mendapat KEADILAN pula MESTILAH menjalankan TANGGUNG-JAWAB dengan ADIL.


====

End.

Allah Al-'Alim.

====









1 ulasan:

  1. Subhanallah. Luarbiasa teguhnya quran. Terima kasih kajiannya bro

    BalasPadam