Navigate

Carian

Isnin, 18 Januari 2016

Sidratil Muntaha

Sidratil Muntaha

(Date written : 18 Jan 2016)

1) Firman Allah :

An-Najm : 14

عِندَ سِدْرَةِ الْمُنتَهٰى


● (yaitu) di SISI / DEKAT ('INDA) Sidratil Muntaha. ●

Apa itu Sidrah ?

Apa itu Muntaha ?

2) Al-Quran adalah bacaan yang berkait-kaitan maka mari kita lihat ayat-ayat lain tentang SIDRAH.

An-Najm : 16

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰى

● ketika SIDRAH DI TUTUPI / 'COVERED' (YAGHSYA) oleh apa yang MENUTUPI nya. ●

Saba' : 16

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنٰهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَىْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَىْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ

● Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon SIDR. ●

Ayat di atas jelas, bahawa SIDR adalah Pokok atau Pohon yang PAHIT dan ada tumbuh di BUMI.

Al-Waqi'ah : 27

وَأَصْحٰبُ الْيَمِينِ مَآ أَصْحٰبُ الْيَمِينِ

● Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. ●

Al-Waqi'ah : 28

فِى سِدْرٍ مَّخْضُودٍ

● Berada di antara pohon SIDR  yang TAK BERDURI (THORNLESS / MAKHDHUR), ●

Ayat di atas menerangkan pula bahawa pokok SIDR juga ada di JANNAH tetapi Tidak Berduri.


3) Ini pula ayat-ayat lain tentang MUNTAHA :

Huruf Dasar nya adalah NUN HA YA dan berjumlah 56 kali di sebut dalam Al-Quran.

An-Najm : 42

وَأَنَّ إِلٰى رَبِّكَ الْمُنتَهٰى

● dan bahawasanya kepada Tuhanmulah KESUDAHAN / 'ENDING' (MUNTAHA). ●
An-Nazi'at : 44

إِلٰى رَبِّكَ مُنتَهٰىهَآ

● Kepada Tuhanmulah dikembalikan KESUDAHANNYA (MUNTAHAHA)●

Muntaha = Kesudahan atau End kepada sesuatu.

Al-Ma'idah : 91

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدٰوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

● Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan solat; maka mahukah kamu ORANG YANG MENAHAN DIRI / 'The One who ABSTAIN' (MUNTAHUN) ? ●

At-Taubah : 112

التّٰٓئِبُونَ الْعٰبِدُونَ الْحٰمِدُونَ السّٰٓئِحُونَ الرّٰكِعُونَ السّٰجِدُونَ الْءَامِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحٰفِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

● Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan MELARANG (AN-NAHUN) dari berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. ●

Ali 'Imran : 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

● Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan MELARANG (YANHAUNA) dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. ●

An-Nisa' : 31

إِن تَجْتَنِبُوا كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

● Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang DILARANG (TUNHAUNA) kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia. ●

Al-A'raf : 22

فَدَلّٰىهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادٰىهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

● maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun syurga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah MELARANG KAMU BERDUA (ANHAKUMA) dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" ●

Al-'Ankabut : 45

اتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَأَقِمِ الصَّلٰوةَ ۖ إِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

● Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu MENCEGAH / 'PREVENT' / MENAHAN (TANHAA) dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ●


Ayat di bawah ini sangat menjelaskan :

Al-Hasyr : 7

مَّآ أَفَآءَ اللَّهُ عَلٰى رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ الْقُرٰى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ الْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتٰىكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

● Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang DI LARANG BAGI MU (NAHAAKUM) darinya, MAKA TINGGALKANLAH / HINDARKANLAH (FANTAHU). Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. ●

Al-Mumtahanah : 8

لَّا يَنْهٰىكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقٰتِلُوكُمْ فِى الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

● Allah tidak MELARANG KAMU (YANHAAKUMU) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu kerana DEEN dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. ●

An-Nazi'at : 40

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰى

● Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan MENAHAN (NAHAA)  diri dari AL-HAWA. ●

-----

Al-Baqarah : 192

فَإِنِ انتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

● Kemudian jika mereka BERHENTI / 'CEASED' (ANTAHAU) (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ●

Al-Baqarah : 193

وَقٰتِلُوهُمْ حَتّٰى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انتَهَوْا فَلَا عُدْوٰنَ إِلَّا عَلَى الظّٰلِمِينَ

● Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka BERHENTI (ANTAHAU) (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. ●

-----
Berdasarkan kaitan ayat-ayat Allah di atas, dan pemahaman BAHASA ARAB, dapatlah kita FAHAMI bahawa

Maksud MUNTAHA yang PALING TEPAT adalah

TEMPAT PERHENTIAN.

4) Maka SIDRATIL MUNTAHA

Bermaksud Pokok SIDRAH Tempat Perhentian atau Kesudahan atau Batas (Boundary) Kawasan Jannah.

Dan Jannah itu Kebun atau Taman.

====
Di SEBELAH atau DEKAT SIDRATUL MUNTAHA lah, sesungguhnya satu dari 2 keadaan atau tempat di mana Rasul Nabi Muhammad melihat RUHUL QUDUS atau JIBRIL.

An-Najm : 13

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرٰى

● Dan sesungguhnya (Muhammad) telah MELIHAT (RA`A) (Jibril) DI SINGKAP KAN (NAZZALTU) pada waktu yang lain, ●

An-Najm : 14

عِندَ سِدْرَةِ الْمُنتَهٰى

● (yaitu) di SISI / DEKAT ('INDA) Sidratil Muntaha. ●

An-Najm : 15

عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىٓ

● Di SEBELAH / BERDEKATAN ('INDA) nya ada JANNAH tempat tinggal (AL-MA`WAA), ●

Di sebelah Pepohonan SIDRAH ini ada JANNAH.

Bermaksud SIDRARIL MUNTAHA adalah BATAS atau HUJUNG atau ENDING kawasan JANNAH.

====
Allah Al-'Alim
====




Tiada ulasan:

Catat Ulasan